Pada Hari Kamis Tanggal 26 Maret 2026 Tim Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa yang terdiri dari Bidang Perikanan Budidaya dan Bidang Pengawasan Sumber Daya Perikanan turun ke lokasi budidaya lobster di KJA Pulau Bungin, merespon adanya laporan pembudidaya lobster sehari sebelumnya terkait dengan adanya kematian lobster yang cukup masif di Pulau Bungin.
Terdapat 29 pembudidaya lobster yang terdampak, dengan jumlah kematian total mencapai 5.000 ekor yang mulai terjadi sejak pertengahan Februari hingga sekarang. Rata-rata kematian lobster berkisar antara 3-5 ekor per hari per karamba dengan taksiran kerugian mulai dari 10 hingga 50 juta rupiah per pembudidaya.
Dari pengamatan morfologis, ciri ciri fisik mengarah pada penyakit MHD (Milky Hemolymph Desease) akan tetapi untuk memastikan penyebabnya telah dilakukan koordinasi dengan Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok untuk dilakukan pengujian laboratorium terhadap
Sampel lobster dan sampel air.
Kepada pembudidaya disarankan untuk menjaga kebersihan karamba dan melakukan karantina/isolasi untuk menyelamatkan lobster yang masih sehat.
Berita